
Majene, 10 September 2026 — Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) menyelenggarakan Kuliah Tamu dengan tema “Generative AI dan Masa Depan Calon Guru Matematika: Memperkuat Professional Judgement di Era Transformasi Pendidikan Digital”, Kamis, 10 September 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu ruang akademik bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan mengenai perkembangan teknologi kecerdasan buatan sekaligus merefleksikan kembali pentingnya peran dan pertimbangan profesional seorang guru.
Kuliah tamu yang berlangsung pada pukul 14.00–15.30 WITA tersebut menghadirkan Assoc. Prof. Sitti Maesuri Patahuddin, Ph.D. dari University of Canberra, Australia, sebagai narasumber. Kegiatan dilaksanakan secara hybrid, dengan mahasiswa mengikuti kegiatan secara langsung di Aula Teater Gedung A FKIP Unsulbar, sementara sebagian besar peserta lainnya turut mengikuti kegiatan melalui Zoom Meeting.
Antusiasme mahasiswa terlihat sejak kegiatan berlangsung. Aula Teater Gedung A dipenuhi mahasiswa yang mengikuti pemaparan secara langsung, sementara peserta yang bergabung melalui Zoom turut menyimak materi dari narasumber. Pelaksanaan secara hybrid memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk tetap berpartisipasi dalam kegiatan akademik dengan memanfaatkan teknologi digital.
Kehadiran narasumber dari University of Canberra, Australia menjadi salah satu daya tarik tersendiri dalam kegiatan tersebut. Pengalaman dan wawasan yang dibagikan oleh Assoc. Prof. Sitti Maesuri Patahuddin, Ph.D. memberikan perspektif yang inspiratif bagi mahasiswa, khususnya dalam melihat masa depan pendidikan matematika dan perubahan peran guru di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat.
Menempatkan Professional Judgement sebagai Kompetensi Penting Calon Guru
Tema yang diangkat dalam kuliah tamu menempatkan professional judgement sebagai fokus utama. Kehadiran Generative AI dalam pendidikan memberikan berbagai kemudahan bagi guru dan peserta didik, mulai dari membantu memperoleh informasi, mengembangkan ide pembelajaran, menghasilkan materi, hingga memberikan alternatif dalam menyelesaikan permasalahan.
Namun, kemudahan tersebut juga menuntut kemampuan yang lebih tinggi dari seorang pendidik. Guru tidak cukup hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi harus mampu menilai, memeriksa, mempertimbangkan, dan mengambil keputusan secara profesional terhadap informasi maupun keluaran yang dihasilkan oleh AI.
Dalam konteks pendidikan matematika, kemampuan tersebut menjadi semakin penting. Guru berhadapan dengan peserta didik yang memiliki kemampuan, kebutuhan, pengalaman, dan karakteristik yang berbeda. Oleh karena itu, suatu jawaban atau materi yang dihasilkan oleh AI belum tentu secara otomatis sesuai dengan tujuan pembelajaran maupun kondisi peserta didik.
Calon guru matematika perlu memiliki kemampuan untuk mempertanyakan apakah informasi yang diperoleh sudah benar, apakah strategi yang ditawarkan sesuai dengan konsep matematika, apakah penjelasannya dapat dipahami peserta didik, serta bagaimana teknologi tersebut dapat digunakan tanpa mengurangi proses berpikir dan kemandirian belajar.
Dengan demikian, Generative AI diposisikan sebagai alat yang dapat membantu pekerjaan guru, sementara keputusan pedagogis tetap berada pada guru melalui pertimbangan profesionalnya.
Dihadiri Pimpinan dan Dosen FKIP Unsulbar
Kegiatan kuliah tamu tersebut tidak hanya mendapat perhatian dari mahasiswa. Sejumlah unsur pimpinan dan sivitas akademika FKIP Unsulbar turut hadir dan mengikuti kegiatan. Hadir Wakil Dekan II FKIP Unsulbar Bidang Umum dan Keuangan, Wakil Dekan III FKIP Unsulbar Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Ketua GPM, serta bapak dan ibu dosen Program Studi Pendidikan Matematika.
Kehadiran para pimpinan dan dosen turut menciptakan suasana akademik yang lebih kuat. Forum tersebut tidak hanya menjadi kegiatan pembelajaran bagi mahasiswa, tetapi juga menjadi ruang bagi sivitas akademika untuk bersama-sama mengikuti perkembangan isu pendidikan yang semakin relevan dengan kebutuhan perguruan tinggi dan dunia profesi.
Interaksi antara mahasiswa, dosen, dan narasumber menjadikan kuliah tamu berlangsung dalam suasana yang dinamis. Wawasan yang disampaikan narasumber memberikan kesempatan kepada peserta untuk melihat isu Generative AI bukan hanya dari sisi kecanggihan teknologinya, tetapi juga dari sisi tanggung jawab, pertimbangan, dan kompetensi profesional seorang pendidik.
Memberikan Inspirasi bagi Calon Guru Matematika
Kehadiran Assoc. Prof. Sitti Maesuri Patahuddin, Ph.D. juga memberikan inspirasi bagi mahasiswa Pendidikan Matematika. Sosok akademisi dengan pengalaman di lingkungan pendidikan internasional tersebut membuka wawasan mahasiswa mengenai bagaimana calon guru perlu mempersiapkan diri menghadapi perubahan yang terjadi dalam dunia pendidikan.
Antusiasme mahasiswa menjadi salah satu gambaran bahwa topik yang dibahas memiliki relevansi yang kuat dengan kehidupan akademik dan masa depan mereka sebagai calon guru. Perkembangan AI merupakan bagian dari realitas pendidikan yang akan mereka hadapi ketika memasuki dunia profesi. Karena itu, mahasiswa perlu sejak dini membangun kemampuan untuk beradaptasi sekaligus mempertahankan kemampuan berpikir kritis dan reflektif.

Kuliah tamu ini juga memberikan pesan bahwa menjadi guru di era digital bukan hanya tentang seberapa mahir seseorang menggunakan teknologi, tetapi juga tentang seberapa baik seorang guru mampu menentukan kapan teknologi digunakan, untuk tujuan apa, bagaimana hasilnya dievaluasi, dan keputusan apa yang paling tepat bagi peserta didik.
Hal tersebut menjadi semakin penting karena teknologi AI dapat menghasilkan berbagai alternatif jawaban dengan cepat. Namun, kecepatan tersebut tidak selalu berarti ketepatan. Guru tetap membutuhkan pengetahuan, pengalaman, kemampuan pedagogis, pemahaman terhadap peserta didik, dan pertimbangan profesional untuk menentukan pilihan yang tepat.
Mempersiapkan Guru Matematika di Tengah Transformasi Pendidikan Digital
Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unsulbar melalui kegiatan ini terus mendorong mahasiswa untuk memiliki kesiapan menghadapi transformasi pendidikan digital. Pemanfaatan teknologi perlu berjalan seiring dengan penguatan kompetensi pedagogis dan profesional sehingga calon guru tidak menjadi sekadar pengguna teknologi, tetapi mampu menjadi pengambil keputusan yang kritis dan bertanggung jawab.
Kuliah tamu ini diharapkan dapat memberikan bekal bagi mahasiswa untuk memahami bahwa perkembangan Generative AI bukanlah alasan untuk mengurangi kemampuan berpikir, melainkan momentum untuk memperkuat kemampuan berpikir pada tingkat yang lebih tinggi.
Mahasiswa sebagai calon guru matematika diharapkan mampu memanfaatkan AI secara bijak, kritis, dan bertanggung jawab. Lebih dari itu, mereka diharapkan mampu mempertahankan nilai-nilai profesionalisme guru dengan menjadikan professional judgement sebagai dasar dalam menentukan keputusan pembelajaran.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk komitmen Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unsulbar dalam menghadirkan kegiatan akademik yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan profesi guru masa kini.
Pada akhirnya, kuliah tamu ini memberikan satu refleksi penting bagi seluruh peserta: di tengah perkembangan teknologi yang mampu memberikan berbagai jawaban dengan cepat, seorang guru tetap membutuhkan kemampuan untuk menilai jawaban tersebut, memahami konteksnya, dan menentukan keputusan terbaik bagi peserta didik.
Generative AI dapat membantu proses pendidikan, tetapi professional judgement tetap menjadi bagian penting yang menentukan kualitas keputusan seorang guru.